Amsterdam, salah satu kota favoritku di Belanda. Desember 2012, pertama kalinya aku berkunjung. Kami memutuskan untuk naik kereta/ ‘trein’. Perjalanan dengan trein dari kota Deurne ke Amsterdam kurang lebih 2 jam lamanya. Biaya trein per orang, terbilang cukup mahal, per orang kurleb €40 pp.
Di Amsterdam berhenti di Het Centraal Station (stasiun pusat Amsterdam). Dari stasiun jalan kaki kurleb 5 s/d 10 menit sampai di Hotel Rho, tempat kami menginap. Hotel Rho lokasinya ‘hanya beberapa langkah’ saja ke objek-objek wisata, kamar cukup nyaman, sarapannya enak dan tarifnya relatif murah. Pada saat itu harga per malam €120 dan satu malam ekstra seharga €145.
Begitu sampai di Amsterdam aku langsung merasakan sensasi padat turis di kota ini, ramai, tapi benar-benar berasa liburan. Di kebanyakan toko, tersedia paket-paket tur wisata dengan kisaran harga variatif. Tur wisatanya antara lain Madame Tussauds, museum, red light district tour, tur arsitektur, keliling kanal dengan boat siang ataupun malam, sewa sepeda, dan masih banyak lagi. Untuk beberapa objek wisata, antriannya sangat panjang dan lama.
Karena antrian sangat panjang dan lama, kami lebih tertarik untuk jalan menyusuri kanal-kanal sambil menikmati keramaian, tentu saja mampir di toko penjual souvenir, keju, wine, roti, dll. Melihat berbagai macam model souvenir cantik sangat menggiurkan, serasa ingin membeli semuanya (hati-hati lho, ingat budget), belum lagi kalau masuk ke toko keju dan roti, italian ice cream hmm jadi lapar terus bawaannya.
Buat pecinta wine, toko wine di Amsterdam jadi salah satu tempat yang wajib dikunjungi. Penataan toko disana sangat bagus dan banyak sekali jenis minuman beralkohol yang patut untuk dikoleksi atau hanya sekedar melihat-lihat, menambah pengetahuan tentang berbagai macam jenis wine.
