Akhirnya hamil

Pacaran singkat pada 11 juni 2011, kami putuskan menikah di tgl 17-12-2012 . Sudah 10 tahun menikah tapi belum diberi keturunan. 2 tahun pertama pernikahan, kami harus merasakan yang namanya LDR, karena harus belajar bahasa belanda dan banyak persyaratan yang perlu diurus sebelum akhirnya boleh tinggal. Saat itu fokus juga berubah untuk menemani papa yang sedang sakit, tidak bisa ditinggal sampai sembuh. Meski pada akhirnya papa tenang di rumah Bapa.

Tahun 2014, aku dijemput suami dan mertua laki laki untuk pindah tinggal di belanda. 6 bulan pertama masih numpang di rumah mertua, menyesuaikan diri dengan iklim yang ekstrim buat aku, budaya dan bahasa. Puji Tuhan punya dua mertua yang perhatian dan sayang sama aku.

Aku saat itu bergumul cari kerja, ujian bahasa (syarat dapat ktp tetap), ijazah nggak diakui, melamar kerja nggak keterima dimanapun. Nyali sempat ciut dan akhirnya berserah sama Tuhan, berdoa.

Saat aku dan suami jemput mertua dari sebuah pesta, dipertemukan dengan 2 kerabat mereka yang masing-masing nawarin kerja aku, akhirnya aku bisa jadi pegawai tetap salah satu mereka setelah 1 tahunan kerja. Selamanya, aku berterimakasih buat bos aku, Adrie, yang kasih kesempatan ini. Akhirnya aku juga lulus ujian bahasa dengan nilai memuaskan. Puji Tuhan.

Perkenalan yang sebenarnya dimulai ketika kami mulai bisa membangun kehidupan rumah tangga berdua dengan menyewa rumah di sebuah desa namanya Bakel. Hidup bersama sehari-hari, susahnya ngobrol dari hati ke hati dengan bahasa yang saat itu masih asing buat aku (belanda diselingi bahasa inggris). Budaya, nilai moral, agama dan kebiasaan simpel kita yang berbeda, juga perjuangan bagi kita berdua untuk bertemu di tengah. Bisa bayangin sendiri ya. Perjuangan menyesuaikan diri di tempat kerja, ekonomi, hubungan dan banyak lagi.

Pada akhir tahun 2016, kita akhirnya dapat kesempatan untuk bisa beli rumah. Rumah pertama kami di Helmond. Hidup di belanda tidak murah, banyak pengeluaran wajib yang harus dibayar, artinya kita dituntut untuk hidup mewah, ga ada pilihan. Standar hidup di belanda termasuk tinggi.

Kita mulai penyesuaian lagi dan banyak bagian yang juga harus dibenahi, contohnya jendela-jendela yang kacanya harus di double karena kalo musim dingin, dingin banget dan itu ga murah, dll. Mobil buat mobilitas sempat beberapa kali ganti karena rusak. Tapi kita termasuk beruntung, mengucap syukur masih muda dan sudah bisa beli rumah, meski banyak perjuangannya.

Selain urusan rumah, aku juga harus segera punya sim, karena harus bisa mandiri juga. Untuk mendapatkan sim, wajib kursus menyetir, dan harga per jam sangat mahal. Ada pergumulan tersendiri di fase ini, lumayan bikin stress karena sulit dan nguras kantong banget. Bahasa belanda terkenal sulit dan ujian teori juga prakteknya nggak mudah, peraturan di jalan buat mobil, motor dll. Aku nggak akan bahas disini, karena bisa panjang kali lebar, intinya perjuangan berat untuk orang asing bisa dapatin sim.

Sempat aku bilang ke suami, coba kamu dapat istri sesama belanda, pasti kamu hidupnya lebih mudah, ga perlu mulai dari awal lagi, sama-sama sudah kerja dan ready. So sad haha. Karena buat seusia dia, harusnya fase ini sudah lewat, nggak perlu masih nabung dan ikut bayar ini itu karena aku yang baru di sini.

Baru akhirnya mulai punya kehidupan yang stabil di tahun 2018, mulai bisa nabung dan liburan. Sudah mulai tenang, ternyata, Tuhan punya rencana lain, akhir 2019 aku dinyatakan punya penyakit hipertiroid, ini juga nggak aku bahas disini karna panjang. Struggle and struggle…
Setelah minum obat tiap hari dan cek darah teratur, total 2 tahunan. Akhirnya dinyatain sembuh.

Selama aku sakit, aku sempat ambil beberapa kursus kemudian aku buka bisnis katering supaya nggak fokus sama penyakitku dan juga belum hamil. Tanggal 20-11-2020 NingTok resmi terdaftar. Aku punya pekerjaan dan weekend aku jadi sering terima pesanan. Hidup berasa lebih hidup, ada pergumulan yang berbeda lagi. Pertumbuhan karakter, mungkin aku bahas lain kali.

Oke, tahun 2020 kita sempat rencanain pulang ke Indonesia (covid pun melanda), diundur 2021, masih belum juga. Nah, kapan planning anaknya? Kita pun baru sadar, kalau kita selama bertahun-tahun nggak benar-benar fokus buat hamil. Meskipun, selama bertahun itu aku doa yang sama tiap malam sama Tuhan “saat Kau beri aku keturunan, biarlah di saat menurutMu kami sudah siap jadi orang tua, dan bisa berikan kehidupan yang layak buat dia”, always doa yang sama.

Sampai akhirnya aku sembuh dari sakit tiroid di tahun 2021. Tahun 2021, kita rencanain pulang ke Indonesia dulu, baru fokus hamil. Tapi karena covid, harus diundur, sampai akhirnya terealisasi di bulan juni 2022, itupun cuma aku yang berangkat.

Tahun 2021, kita mulai coba hamil, tapi nggak benar-benar hitung tanggal dan sekenanya, masih terbawa suasana peraturan virus covid yang bikin nggak mood dan belum lagi hari-hariku yang sibuk dengan pesanan. Tahun 2022, aku mulai minum vitamin untuk hamil dan lakuin tes di rumah untuk tau tanggal LH aku, mulai sesuaikan dengan applikasi benar-benar hitung tanggal.

Bulan juni aku liburan ke indonesia, 6 minggu yang luar biasa (100% healing). Pulang dari Indonesia sempat flu berat tapi hati benar-benar senang. Aku mulai terima pesanan lagi dan jalani hari-hari yang sibuk, seperti biasa.

Bulan oktober, badan aku sempat nggak fit, tapi harus tetap masak karena udah terima order besar, nggak bisa cancel karena tinggal beberapa hari. Puji Tuhan, aku bisa selesaikan order dengan baik. Karena badanku yang mulai nggak fit sejak oktober, aku mulai sakit-sakitan lagi. Tapi tetap aku sempatin olahraga dan tetap masak.

Selama aku tinggal di belanda, aku termasuk langganan tiap tahun 2 kali kena virus influenza berat, bisa 3 minggu bedrest. Dua tahun terakhir, aku nggak pernah kena lagi, sampai di bulan November virus influenza menyerang (masuk berita juga). Karena kondisi aku yang nggak fit, aku pun tepar. Untuk pertama kali order pempek terpaksa di cancel. Tapi ga cuma itu, yang bikin aku sedih, aku dapat order besar lagi (kesempatan lagi buat ningtok semakin dikenal) dan juga beberapa pesanan kue kering, tapi akhirnya aku harus nolak.

Ntah kenapa, virus influenza kali ini bikin aku kepikiran buat berhenti masak. Tutup. Tanggal 22-11-22 aku curhat chat ke grup keluarga, aku mau berhenti, udah nggak sanggup urus semuanya (selain masak pembukuan, administrasi dll), aku bilang and i mean it. Selama sakit, aku telat datang bulan, aku kira wajar saja. Meski mama suruh aku tes kehamilan.

Sampai akhirnya tanggal 27 november 2022, aku telat 7 hari dan aku tes, akhirnya positif hamil udah 7 minggu. Kado pernikahan ke 10 yang nggak ternilai harganya. Aku ga terima pesanan di NingTok lagi, tapi website tetap aku buka, kembali statusnya jadi hobi. Ternyata Tuhan kasih aku pengalaman baru. Aku mau fokus nikmatin persiapan dan prosesnya jadi orang tua.

Mohon doa buat kehamilanku ya semua 🙏 supaya sehat dan lancar sampai lahiran. Dalam setiap fase kehidupan, tetap mengucap syukur, taat dan andalkan Tuhan. Karena hidup kita milik Dia, biar namaNya dimuliakan di bumi. Amin.

Plaats een reactie