self-love isn’t selfish

Pernah dengar ungkapan “bahagia itu kita yang ciptakan”? Dan bisa bayangin pastinya, kalau tiap orang bahagia, betapa indahnya dunia ini, everyone is in the mood! But, bagaimana mungkin bisa bahagia kalau dunia seolah-olah tidak berpihak kepada kita?

Di dalam hidupnya, aku percaya tiap orang pernah dihadapkan dengan keadaan ini. Entah itu masalah atau pilihan sepele bahkan yag besar dan traumatis sekalipun.

Contoh yang sepele saja, bagaimana mau senang kalau sedang sakit gigi? Bagaimana nggak stress kalau sudah mau ujian tapi belum siap? Bagaimana mau senyum percaya diri, kalau ada jerawat nakal di muka? Bagaimana mau bahagia, kalau orang tanpa alasan benci kita?

Contoh yang lebih serius, bagaimana mau bahagia kalau orang tua nggak bahagia atau bangga pada kita? Bagaimana mau bahagia kalau keluarga berantakan? Bagaimana mau bahagia kalau nggak bisa bahagiakan orang yang kita sayang? Bagaimana mau bahagia kalau semua mimpi kita hancur berantakan?

Jawabannya bisa. Be kind, take care and choose yourself first, self love. It is not selfish. Justru itu adalah langkah paling awal untuk kita bisa sebarin kebahagiaan, bahagia yang murni, innocent, not the fake one. You being you, know what you want in life, happy and accept you (ex. You ain’t perfect i ain’t either and hey, it’s okay). Memenuhi panggilan hidupmu. Berdamai dengan diri sendiri, tanpa lupa melibatkan Tuhan, tentunya. Think about it. How can simply love yourself can spread happiness to others. It is, right?

Let’s figure it all out, what makes you happy? How to make sure you love yourself first? Pikirkan, gumulkan dan doakan dengan serius apa yang baik untuk hidupmu. Lakukan dan tularkan bahagiamu.

Plaats een reactie