38 minggu

Minggu 16-07-2023, pagi sekitar jam 6 kami membuat janji dengan kamar bersalin di RS. Elkerliek Helmond untuk melakukan proses induksi balon katheter. Pulang ke rumah, seharian beraktifitas dan gerak kemanapun dengan balon katheter rasanya gimana gitu, imagine that 😂.

Senin 17-07-2023
Pagi-pagi kita sudah datang ke rumah sakit. Hanya duduk di ruang tunggu sebentar (berasa lama banget), kemudian dipindah ke kamar bersalin untuk melihat perkembangan balon katheter oleh dua orang petugas rumah sakit.

Pada saat pemeriksaan ternyata, rahim aku masih belum matang, dan keras.  Jam dinas 2 petugas sudah habis, kemudian terpaksa kenalan lagi sama petugas di jam itu. Mencoba menahan diri untuk tetap ramah dan keep positive vibes. Sampai akhirnya, setelah perawat ngobrol dengan ginekolog, dapat jawaban di hari itu ; “ibu, kalau besok belum ada tanda-tanda juga, sepertinya besok pulang ke rumah saja, minggu depan kita ulang lagi proses balon katheternya”.

Kita dapat kamar bersalin, family suit. Kamarnya cukup luas, difasilitasi satu kasur pasien, box bayi, meja makan, wastafel, kamar mandi dalam dan bangku tidur. Suami sedikit protes, karena sudah bayar asuransinya mahal cuma kebagian sofa dan makan masih dikenakan charge.

Sore itu, kita keliling rumah sakit cari kafe dan menu dinner buat suami. Kalau aku nggak puas juga makan sup tomat dan worstenbroodjes, jadi dari rumah sudah pesan dan bawa Thaise Food, plus disediain juga dari rumah sakit (makanannya enak semua!). Setelah temenin suami nongkrong di kafe rumah sakit, balik lagi ke kamar inap.

Dengan hati sedikit kecewa dan lega, malam itu di kamar rumah sakit alhasil aku begadang, balas in chat keluarga dan teman-teman. Banyak yang share pengalaman melahirkan dan tips. Berusaha menguatkan diri dan bersabar sampai minggu depan. Belum bisa tidur, mungkin juga masih kepikiran dan cemas di alam bawah sadar. Jam 3an akhirnya ketiduran.

Selasa 18-07-2023
Pagi itu kita dilayani 2 petugas rs yang jam dinasnya hampir habis, satu bidan dan satu perawat (artinya, tiap beberapa jam bakal ganti petugas). Di awal proses, perawat memasangkan alat ctg selama 15-30 menit, untuk kontrol kondisi janin. Setelah itu bidan memeriksa secara vaginal, seberapa matang dan supel kondisi rahim.

Pemeriksaan ini menurut aku sangat sakit dan buat nggak nyaman, tiap bidan juga nggak sama pengalamannya (percayalah tiap tangan beda-beda, kalau nggak salah hitung ada total 7 orang berbeda yang periksa aku, oh Tuhan).

Oh ya, untuk mengurangi sakit saat periksa ini ada beberapa tips yang bisa kurangi ketegangan. Tarik buang nafas panjang, bokong tidak boleh diangkat, paha dan kaki posisi atas (dibantu penyangga) atau disangga petugas. Tetap sakit, tapi lebih bisa buat kita tenang, dan prosesnya jd cepat.

Plaats een reactie