Here’s to forever

December 2024

Dua orang asing yang seiring perjalanan waktu dan ujian-ujian kehidupan tumbuh menjadi sahabat, teman hidup selamanya.

Dua belas tahun kita menikah, pastinya nggak sedikit ujian yang sudah dilewati dan akan dilewati bersama. Namanya hidup, pasti selalu ada ujiannya. Aku senang itu bersama kamu, seseorang yang bisa diandalkan.

Ini hanya akan terus menjadi keseruan, seperti film seri di Netflix yang nggak ada ujungnya, buat penasaran terus. Karena selalu ada hal baru yang bisa kita pelajari dari satu sama lain ataupun dari tantangan-tantangan yang kita temui.

Semakin lama bersama semakin banyak yang aku pahami. Pernikahan itu much more than just romantisme, tapi soal komitmen dan kepercayaan, a lifetime partnership. Bisa dengan nyaman menjadi diri sendiri dan tetap merasa dicintai. Memprioritaskan kepentingan satu sama lain dalam mengambil pilihan-pilihan hidup dan misi menemukan versi terbaik tiap pribadi. It’s not me anymore, but us. Memaknai arti pengorbanan cinta, asikk. Haha.

Terkadang we are having fun, sometimes we’re arguing and both are bentuk art of love. Aku percaya, cinta akan mati jika didiamkan, so never ignore your dearest one.

Hey, will you keep arguing with me whole your life? make us better us?

After all. Surely, two pov’s in life are benefit.

Perjalanan kita panjang sayang, mari bersenang-senang dan ciptakan cerita yang indah untuk dikenang dan dinikmati.

Marriage is a lifetime partnership.


Love is a forever commitment, it’s purely accidental happen to you, irreversible. Is to be given not taken.

Cheers to forever ever!

Ada lelah dan rasa yang harus diistirahatkan : TIDUR

Tidur yang berkualitas itu sangat baik bagi tubuh, terutama untuk kesehatan jantung dan juga peredaran darah. Tidur itu sangat luar biasa penting, karena menjaga tubuh kita tetap sehat secara jasmani dan rohani.

Rata-rata orang dewasa butuh waktu tidur 7 sampai dengan 9 jam. Kalau aku tidur jam 10 malam artinya aku bangun jam 5 paling awal dan jam 7 pagi paling telat.

Terlalu lama ataupun sebentar tidur, ternyata bisa meningkatkan resiko penyakit yang berhubungan dengan jantung, obesitas, diabetes, tekanan darah tinggi dan juga infeksi-infeksi di dalam darah. Seram ga sih?

Jadi, gimana dong caranya supaya bisa tidur yang benar?

First, perlu punya waktu tidur yang rutin ;

  • Tidur dan bangun setiap harinya di waktu yang sama
  • Jangan tidur siang, kalaupun harus, tidak boleh lebih dari 20 menit

2nd, pastikan terkena cahaya matahari dan bergerak dengan cukup

  • Aktiflah di siang hari; bersepeda, jalan, melakukan kegiatan harian, berkebun atau berolahraga
  • Pastikan kita mendapatkan cahaya matahari yang cukup dan keluarlah dari rumah meskipun hanya sebentar

3rd, jangan makan dan minum

  • Jangan minum yang mengandung kafein di malam hari, seperti : teh, kopi, cola dan minuman berenergi
  • Jangan minum alkohol sebelum tidur karena bisa mengakibatkan tidur ringan/tidak nyenyak

4th, jangan stress menjelang tidur

  • Jangan olahraga terlalu malam, karena justru memberi tubuh energi
  • Jangan main gadget 1 jam sebelum tidur
  • Jangan bekerja di malam hari

5th, tapi bersantailah

  • Lakukan ritual malam yang menenangkan, membaca buku, hobi yang membuat relax, mandi/berendam, jalan santai di malam hari
  • Dengarkan musik/podcast yang menenangkan
  • Lakukan meditasi/ doa/latihan pernafasan

6th, dan kosongkan pikiranmu

  • Kosongkan dengan menulis atau membicarakannya (curhat)
  • Tulis hal-hal yang harus kamu lakukan atau penting untuk diingat

Cara agar cepat tertidur

Cobalah berbaring dengan tenang dan tidak melihat jam

Matikan/ redupkan lampu

Tutup telinga dengan earplug yang nyaman, untuk mengurangi suara-suara

Jangan tidur dengan selimut atau piyama terlalu tebal

Tips untuk kamar tidur

Pakai kamar tidur untuk tidur, jangan pakai untuk kerja atau nonton TV

Pastikan kamar tidur gelap dan sunyi

Usahakan agar kamar tidur sejuk dan memiliki sirkulasi yang baik

Jika masih belum bisa tidur juga, mungkin kita bisa mencoba sementara waktu untuk menulis jurnal tidur. Gunanya untuk menyelidiki kenapa kualitas tidur kita jelek dan menemukan solusinya. Cobalah cari tahu penyebab tidur kurang baik dan catat di jurnal.

Tulis di jurnal jam berapa kamu tidur dan bangun setiap hari. Tulis juga apa yang kamu rasakan, apakah kamu bangun dengan energi atau justru rasa lelah?

Aktifitas sebelum tidur ?

  • olahraga terlalu intensif
  • bermain game
  • nonton TV, laptop, hp, dll
  • aktifitas sosial yang terlalu ramai, cth : pesta dan sampai larut?
  • pekerjaan

Makanan dan minuman sebelum tidur ?

  • makanan terlalu berat
  • makanan yang sulit dicerna
  • kopi, teh, alkohol
  • rokok dan obat-obatan

Setelah tidur ?

  • suhu kamar terlalu dingin/panas
  • suara ribut dari dalam/luar rumah
  • banyak pikiran
  • keluhan sakit di tubuh

Apa yang perlu dilakukan demi kualitas tidur ?

  • hobi yang menenangkan
  • mandi/berendam
  • latihan relaksasi
  • makanan ringan dan minuman tanpa kafein dan alkohol
  • earplug
  • dan lain lain

Where i wanna go; proyek hidup sehat dan fit-ku

Seperti yang kita tahu, kebanyakan penyakit itu timbul dari pola pikir, pola hidup, pola dan pola yang kurang atau berlebihan lah pokoknya. Contoh sehari-hari saja ; merokok, minum alkohol berlebih, makan makanan yang tidak sehat/ ga ada nilai gizi, kelebihan berat badan dan terlalu sedikit bergerak.

Di jaman yang serba cepat dan modern ini, sangat mudah bagi aku untuk lupa merawat diri, saking sibuknya melakukan hal-hal yang “lebih penting”. Lupa, kalau merawat kesehatan tubuh dan mental adalah hal yang lebih penting supaya hasil apapun itu lebih baik dan maksimal.

So, aku dari dulu termasuk orang yang sangat berniat hidup sehat dan fit, who doesn’t? Tapi, masih jauh dari sempurna, niatku masih saja putus nyambung, daaaan sekarang waktunya buat sambung lagi. Sejak sudah putus September 2024 lalu (Oktober dan November i was still on vacation mode 😛 ).

Caranya buat hidup sehat dan fit itu terdengar mudah di telinga, tapi aplikasinya ga semudah ucapinnya ; tidur yang cukup, makan yang sehat, gerak, merencanakan hal-hal yang menyenangkan, sediain waktu baca/me time, meditasi, punya rutinitas, waktu bebas, istirahat, refleksi diri dan lain-lain.

Jadi, aku mau catat semua tips dan plan aku, aku kumpulin dari semua sumber artikel berbahasa belanda, inggris atau indonesia yang aku baca, tujuannya cuma buat reminder diri sendiri dan mudah mau baca lagi. Semoga juga bermanfaat buat kalian yang ikutan baca.

Ini dia listsnya dari yang mudah ke yang tersulit:

  1. Pola Tidur
  2. Merawat diri
  3. Kesehatan mental
  4. Makan Sehat
  5. Olahraga

38 minggu

Minggu 16-07-2023, pagi sekitar jam 6 kami membuat janji dengan kamar bersalin di RS. Elkerliek Helmond untuk melakukan proses induksi balon katheter. Pulang ke rumah, seharian beraktifitas dan gerak kemanapun dengan balon katheter rasanya gimana gitu, imagine that 😂.

Senin 17-07-2023
Pagi-pagi kita sudah datang ke rumah sakit. Hanya duduk di ruang tunggu sebentar (berasa lama banget), kemudian dipindah ke kamar bersalin untuk melihat perkembangan balon katheter oleh dua orang petugas rumah sakit.

Pada saat pemeriksaan ternyata, rahim aku masih belum matang, dan keras.  Jam dinas 2 petugas sudah habis, kemudian terpaksa kenalan lagi sama petugas di jam itu. Mencoba menahan diri untuk tetap ramah dan keep positive vibes. Sampai akhirnya, setelah perawat ngobrol dengan ginekolog, dapat jawaban di hari itu ; “ibu, kalau besok belum ada tanda-tanda juga, sepertinya besok pulang ke rumah saja, minggu depan kita ulang lagi proses balon katheternya”.

Kita dapat kamar bersalin, family suit. Kamarnya cukup luas, difasilitasi satu kasur pasien, box bayi, meja makan, wastafel, kamar mandi dalam dan bangku tidur. Suami sedikit protes, karena sudah bayar asuransinya mahal cuma kebagian sofa dan makan masih dikenakan charge.

Sore itu, kita keliling rumah sakit cari kafe dan menu dinner buat suami. Kalau aku nggak puas juga makan sup tomat dan worstenbroodjes, jadi dari rumah sudah pesan dan bawa Thaise Food, plus disediain juga dari rumah sakit (makanannya enak semua!). Setelah temenin suami nongkrong di kafe rumah sakit, balik lagi ke kamar inap.

Dengan hati sedikit kecewa dan lega, malam itu di kamar rumah sakit alhasil aku begadang, balas in chat keluarga dan teman-teman. Banyak yang share pengalaman melahirkan dan tips. Berusaha menguatkan diri dan bersabar sampai minggu depan. Belum bisa tidur, mungkin juga masih kepikiran dan cemas di alam bawah sadar. Jam 3an akhirnya ketiduran.

Selasa 18-07-2023
Pagi itu kita dilayani 2 petugas rs yang jam dinasnya hampir habis, satu bidan dan satu perawat (artinya, tiap beberapa jam bakal ganti petugas). Di awal proses, perawat memasangkan alat ctg selama 15-30 menit, untuk kontrol kondisi janin. Setelah itu bidan memeriksa secara vaginal, seberapa matang dan supel kondisi rahim.

Pemeriksaan ini menurut aku sangat sakit dan buat nggak nyaman, tiap bidan juga nggak sama pengalamannya (percayalah tiap tangan beda-beda, kalau nggak salah hitung ada total 7 orang berbeda yang periksa aku, oh Tuhan).

Oh ya, untuk mengurangi sakit saat periksa ini ada beberapa tips yang bisa kurangi ketegangan. Tarik buang nafas panjang, bokong tidak boleh diangkat, paha dan kaki posisi atas (dibantu penyangga) atau disangga petugas. Tetap sakit, tapi lebih bisa buat kita tenang, dan prosesnya jd cepat.

Sugeng tindak, tanteku sayang

“Tante, makasih udah bikin kami merasakan kasih sayang tulus, dari kecil sampai udah nikah selalu diperhatikan. Tiba tiba ga ada tanda-tanda. Rasanya ngga sanggup ditinggal tante, tapi harus rela, karna tempatnya malaikat cantik di surganya Tuhan. Tante mama yang luar biasa buat enna, lingsir dan kami pun ikut rasain. Tante pergi tapi kasih yang tante kasih bakal tinggal selamanya.

Bakal kangen tawa ceria tante, yang selalu paham kalo diajak curhat, pillow talk sama tante, kumpul kumpul. Cerita-cerita penuh cinta tante betapa bangganya dengan anak-anak tante. You are loved tanteku sayang. Rest in peace te.”

Mengenang tanteku yang inspirasional

self-love isn’t selfish

Pernah dengar ungkapan “bahagia itu kita yang ciptakan”? Dan bisa bayangin pastinya, kalau tiap orang bahagia, betapa indahnya dunia ini, everyone is in the mood! But, bagaimana mungkin bisa bahagia kalau dunia seolah-olah tidak berpihak kepada kita?

Di dalam hidupnya, aku percaya tiap orang pernah dihadapkan dengan keadaan ini. Entah itu masalah atau pilihan sepele bahkan yag besar dan traumatis sekalipun.

Contoh yang sepele saja, bagaimana mau senang kalau sedang sakit gigi? Bagaimana nggak stress kalau sudah mau ujian tapi belum siap? Bagaimana mau senyum percaya diri, kalau ada jerawat nakal di muka? Bagaimana mau bahagia, kalau orang tanpa alasan benci kita?

Contoh yang lebih serius, bagaimana mau bahagia kalau orang tua nggak bahagia atau bangga pada kita? Bagaimana mau bahagia kalau keluarga berantakan? Bagaimana mau bahagia kalau nggak bisa bahagiakan orang yang kita sayang? Bagaimana mau bahagia kalau semua mimpi kita hancur berantakan?

Jawabannya bisa. Be kind, take care and choose yourself first, self love. It is not selfish. Justru itu adalah langkah paling awal untuk kita bisa sebarin kebahagiaan, bahagia yang murni, innocent, not the fake one. You being you, know what you want in life, happy and accept you (ex. You ain’t perfect i ain’t either and hey, it’s okay). Memenuhi panggilan hidupmu. Berdamai dengan diri sendiri, tanpa lupa melibatkan Tuhan, tentunya. Think about it. How can simply love yourself can spread happiness to others. It is, right?

Let’s figure it all out, what makes you happy? How to make sure you love yourself first? Pikirkan, gumulkan dan doakan dengan serius apa yang baik untuk hidupmu. Lakukan dan tularkan bahagiamu.

Living in fear or faith

Mempublikasikan kehamilan ternyata bisa menjadi momok bagi seorang perempuan. Ketika aku tau aku hamil, hal pertama yang paling aku kuatirkan adalah terlalu cepat memberitahu.

Jadi, begitu aku kabari orangtua dan mertua aku langsung ingatkan untuk merahasiakan. Alhasil, yang namanya orangtua nggak bisa simpan kebahagiaan. Rahasia ngga bertahan lama, mereka sudah sebarin berita bahagia ke saudara dan kerabat mereka. Kesal? Tentu saja kesal, tapi itu juga pertanda mereka sangat bahagia dan bangga. Raut wajah ngga bisa bohong.

Aku juga sempat bahas ini ke mertuaku, tapi respon dia ada benarnya juga. Saat itu dia bilang, kebahagiaan tidak perlu disimpan, tapi untuk dibagikan. Kalau takut keguguran, saat kandungan 6 bulan atau 9 bulan pun bisa saja terjadi. Tapi kita bahagia saat ini, momen hari ini dirayakan hari ini.

Setelah aku pikirkan dan renungkan, ya juga, masuk akal sih. Hidup dan mati seseorang ada di tangan Tuhan dan tentu tidak memandang umur. Suatu hal yang kita tidak bisa hindari. Sebagai orang tua, anak, saudara kita harus selalu siap untuk momen seperti ini. Selama kita masih sehat, masih punya kesempatan, nikmati, jalani dan syukuri. Cherish every moment you have together.

Hidup dalam ketakutan membuat kita tidak bisa menikmati apa yang saat ini sedang kita miliki. Tapi hidup di dalam iman, memberi kita harapan baru dan kekuatan. Jadi pilih yang mana, living in fear or faith? Faith, dong!

“Positive anything is better than negative nothing.” – Elbert Hubbard

Pasar bawah, traditionale markt in Pekanbaru

Juni, 2022

Het was een warme middag in pekanbaru. Ik starte het motor van mijn moeder’s auto, mijn blouse was allang nat van het zweet terwijl ik heb me net omgekleed. Ik ging samen met moeder en bapak naar pasar bawah om gezouten vissen te kopen.

Pasar bawah is bekende traditionele markt in Pekanbaru. Je kan bijna van alles vinden, dus daar is ook leuk om rond te kijken. Maar die dag was zo heet, dus ik had amper kracht om gezouten vissen te vinden op begane grond van pasar bawah.

Zodra ik de parkeerman kon vinden, deed ik parkeren op de zijkant van de weg waar hij mij wees. Hij pakte een karton voor op voorkant van de auto beschermen van de hete. Ik betalde 2000 rupiah voor zijn servies, het is rond 13 cent denk ik.

Social media syndrome

Ik zeg nog, als een voorbeeldgeval; ik ben wel soms jaloers op mensen met super mooie goddelijke lichaam (het is mijn droom). Wat zijn de oorzaken van mijn jalozie? Negatief zelfbeeld.

Ik geloof niet dat ik discipline heb van de sporter. “Dat is gewoon onmogelijk voor mij” of “het is te zwaar” of “ik heb honger (trek)” en “tuurlijk, kunnen ze dat, ze hebben toch niks anders te doen!”.

Ik begin van een smoesje naar andere smoesjes te verzinnen.. Ik begin te twijfelen aan mijn eigen vermogen om mijn wens uit te laten komen. Succes van iemand anders wordt een nachtmerrie, een feit dat ik waardeloos ben, een manier om mijn zelf te bekritiseren. Niet gezond!

Vergelijken mezelf met iemand anders leven. Ik kijk naar iemand plaatje op social media, wow! wat hebben ze goed. Wat een bofkont, zeg ik dan (slecht gevoel ipv blij voor hun). Ik heb dat niet of ik kan het niet zoals hun. Scrollen.. scrollen.. scrollen.. blijf scrollen alleen maar mensen met een goede leven (vreselijk). Het is oneerlijk, echt.

Een ding vergeet ik, omdat iemand anders leven zo perfect eruit zien op een plaatje of van de buitenkant niet betekent ze zijn altijd blij. We doen toch ook alleen maar leuke foto’s laten zien? Mensen strijd met hun eigen problemen, iedereen.

Mama’s vriend

“jika ortu nikah lagi”

Dagboek ini aku tulis, murni berdasarkan apa yang aku rasakan, sebagai seorang anak yang ortunya nikah lagi.

Jauh hari sebelum hari ini datang.
Waktu itu aku ada di ruangan itu,
Papa pernah bilang kalau dia sudah nggak ada, mama boleh nikah lagi ; betul-betul dengan intonasi netral dan ikhlas banget.
Meski aku ga pernah bayangin, bakal kejadian.

Benar-benar nggak pernah nyangka, bakal terjadi. Hari itu tiba juga. Kalau mama pernah tanya aku boleh atau nggak, pasti jawabannya nggak boleh. Tapi aku nggak mau egois dan sadar betul aku tidak punya hak untuk melarang mama. Kami semua tinggal jauh dari mama dan mama pasti butuh teman. Juga hak mama, untuk memilih hidup dan kebahagiaannya sendiri.

Jujur aku ikut bahagia buat mama, meski ada rasa sakit, aneh, tidak rela dan kecewa. Setiap hari sampai saat ini terus berjuang berusaha ikhlas kepada bapak yang jadi teman hidup mama. Karena sebagai anak tentu selalu ingin lihat mama bahagia dan aku pun tahu mama selalu cinta papa. Ada rasa lega melihat mereka bisa saling menemukan kekuatan dan penghiburan setelah ditinggal pasangan masing-masing.

Tapi perasaan memang tidak bisa bohong. Ada rasa sakit, tiap vc mama ada orang lain disampingnya, bukan papaku.

Aku hargai niat dan usaha bapak, tapi papa cuma satu dan aku ga butuh penggantinya, please just feel enough and free to be my mommy’s husband but don’t ever try to be my father, karena aku sudah tidak membutuhkan peran seorang ayah. Papa sudah membesarkan dan mendidik aku dari bayi sampai aku dewasa, sampai aku siap menghadapi masalahku sendiri. Kenangan bersama papa terlalu banyak dan cintanya buatku tak terganti. Papa juga sebelum pergi sudah titipkan anak-anak perempuannya secara langsung ke suami (dipanggil ngobrol satu per satu, aku lihat papa dan suami menangis bersama dan diberi surat).

Mungkin berbeda halnya, kalau papa pergi ketika aku masih bayi atau kanak-kanak. Tapi tetap rasanya akan lebih berarti untuk seorang anak (meskipun bayi), ketika kursi ayah/ibu kandung tetap dikosongkan, dihargai perannya.

Untuk orangtua tiri, pesanku jadilah hanya sekedar sahabat buat anak-anak, bantu mereka dimana diperlukan, tapi tinggalkan kursi terhormat itu untuk ayah/ibu yang sudah tiada. Jangan langkahi tali ikatan itu, tau batas. It’s not cool if you do.

Buat papa dan mama yang punya pasangan lagi juga orang tua tiri, jangan pernah mencoba memaksakan perasaan anak-anak untuk menerima. Biarkan hubungan itu tumbuh sendiri, it is there or not at all and it’s okay. Jaga juga perasaan anak-anakmu, ketika kalian sedang di depan mereka. Just the idea that you remarried is already hard to take, so please be kind to us.

Bapak cukup jadi teman hidup mama. Aku sangat menghargai bapak yang buat mama tidak kesepian. Terimakasih sudah menemani mama dan berteman dengan kami anak-anak. Mari kita jaga agar hubungan ini tetap baik dan harmonis.