#05 Hidup Tenang & Sehat
Saat aku akhirnya didiagnosis hipertiroid, rasanya seperti menemukan potongan terakhir dari puzzle yang selama ini hilang. Semua kelelahan yang dulu tidak bisa aku jelaskan, perlahan mulai terasa masuk akal.
Aku merasa lega karena akhirnya aku tahu apa yang sedang terjadi di dalam tubuhku. Aku tahu apa yang harus dihadapi dan mulai mengambil langkah untuk sembuh.
Tetap saja di awal aku bingung. Harus mulai dari mana? Apa yang harus diubah? Sejauh mana aku harus menyesuaikan hidupku? Namun, ketidakpastian itu jauh lebih ringan dibanding tidak tahu sama sekali.
Pelan-pelan, aku mulai mencari tahu tentang makanan apa yang sebaiknya aku hindari, apa yang bisa membantu. Mencoba olahraga yang masih bisa dilakukan tanpa membebani tubuh. Mencari-cari cara bagaimana menjalani hari-hari dengan kondisi yang tidak selalu stabil mental dan fisik. Aku mencoba mulai mengenali tubuhku dari awal.
Kebetulan, kakak perempuanku juga mengalami hal yang sama. Dari situ, aku banyak belajar, bukan hanya dari informasi, tapi dari pengalaman nyata seseorang yang lebih dulu melewatinya. Tentu itu sangat membantu, walau perjalanan sembuh ini tetap tidak mudah.
Dua setengah tahun menjalani pengobatan bukan waktu yang sebentar. Kunjungan rutin ke rumah sakit, efek obat yang kuminum di tubuhku. Ada juga rasa kesal karena kondisi badan yang tidak karuan dan tubuhku tidak lagi bisa aku andalkan seperti dulu.
Ada hari-hari di mana aku merasa lebih baik. Ada juga hari-hari di mana tubuhku terasa kembali melemah, seolah semua usaha belum cukup.
Dan di tengah semua itu, aku mulai menyadari sesuatu yang sebelumnya tidak pernah benar-benar aku pahami bahwa proses ini bukan hanya tentang menyembuhkan tubuh. Tapi juga tentang belajar hidup dengan cara yang berbeda.
Belajar mendengarkan, bukan memaksa. Belajar menyesuaikan, bukan mengejar. Di fase ini, untuk pertama kalinya, aku benar-benar mulai memperhatikan apa yang tubuhku butuhkan bukan hanya apa yang aku inginkan.