Lees ook de Nederlandse versie van dit verhaal:
De kleine dingen die we pas waarderen als we afscheid nemen
Pagi ini aku ada jadwal ke fysio. Karena papa anak-anak sedang bekerja, aku harus pergi sendiri ditemani anak-anak. Salah satu hal yang akan paling kurindukan dari rumah kami yang sekarang adalah kemudahan akses ke mana-mana. Ke fysio, dokter, dokter gigi, supermarket, sekolah dari TK sampai SMA, halte bus, stasiun kereta api, dan banyak fasilitas lainnya, semuanya bisa dijangkau dengan berjalan kaki.
Tapi ternyata bukan hanya itu yang akan dirindukan. Ada juga momen-momen sederhana yang selama ini terasa biasa saja: JJS melewati jalan setapak yang tenang, merasakan angin sejuk yang dingin menyentuh wajah, menghirup udara segar, dan menemukan taman bermain di hampir setiap sudut perjalanan. Hal-hal kecil yang menjadi bagian dari keseharian kami tanpa pernah benar-benar disadari betapa berharganya.
Tapi di Indonesia, semuanya akan berbeda. Mungkin tidak lagi semudah keluar rumah lalu berjalan kaki beberapa menit ke tempat tujuan. Mungkin tidak ada lagi jalan setapak yang nyaman untuk berjalan santai sambil menikmati udara pagi. Mungkin taman bermain tidak lagi hadir di setiap lingkungan yang kami lewati.
Namun belakangan ini aku juga menyadari sesuatu. Dari status dan cerita teman-teman yang memiliki anak kecil di Indonesia, aku melihat anak-anak mereka tumbuh dengan bahagia. Mereka berlarian di alam yang indah, bermain pasir di pantai, menjelajah pegunungan, bermain hujan-hujanan, memberi makan hewan, atau sekadar menghabiskan sore di taman dan ruang terbuka. Di sisi lain, pilihan tempat bermain dalam ruangan juga tidak kalah seru dan semakin beragam. Playground yang besar, museum interaktif, pusat sains, hingga berbagai aktivitas kreatif yang membuat anak-anak betah bereksplorasi.
Mungkin bentuk kebahagiaannya saja yang berbeda.
Anak-anak tidak menghitung berapa banyak taman bermain yang ada dalam radius beberapa ratus meter dari rumah. Mereka tidak membandingkan apakah bisa berjalan kaki ke sana atau harus naik kendaraan terlebih dahulu. Mereka menemukan kegembiraan dari pengalaman, dari kebersamaan, dan dari kesempatan untuk bermain serta mengeksplorasi dunia di sekitar mereka.
Di situlah aku belajar melihat perpindahan ini dari sudut pandang yang lain. Ya, ada banyak hal yang akan kami rindukan. Ada kenyamanan yang harus kami tinggalkan. Ada rutinitas yang tidak akan sama lagi. Namun pada saat yang sama, ada banyak hal baru yang menunggu untuk ditemukan.
Saat berjalan menuju fysio pagi ini bersama anak-anak, aku kembali diingatkan bahwa yang paling sulit ditinggalkan sering kali bukanlah hal-hal besar. Justru rutinitas sederhana yang selama ini terasa biasa: berjalan kaki ke mana-mana, menikmati udara pagi yang segar, melihat anak-anak berlari menuju taman bermain, dan perjalanan-perjalanan kecil yang membentuk keseharian kami.
Namun aku juga percaya, rumah yang baru nantinya akan menghadirkan cerita-cerita kecil yang lain. Cerita yang saat ini belum bisa kubayangkan, tetapi suatu hari mungkin akan kami kenang dan rindukan dengan cara yang sama.
Karena pada akhirnya, anak-anak punya kemampuan luar biasa untuk mengajarkan orang tuanya tentang beradaptasi. Mereka tidak terlalu sibuk membandingkan masa lalu dengan masa depan. Mereka hanya ingin bermain, tertawa, dan merasa dicintai.
Dan mungkin itulah yang terpenting.
Sebab selama ada ruang untuk bermain, kesempatan untuk bertumbuh, dan orang-orang yang mencintai mereka, kebahagiaan akan selalu menemukan jalannya. ❤️
Baca juga
- Mengapa Kami Memutuskan Kembali ke Indonesia
- Hal-Hal yang Akan Kami Rindukan dari Kehidupan di Belanda
- Membesarkan Anak di Antara Dua Budaya
- Ketika Rumah Bukan Lagi Sekadar Sebuah Tempat
- Pelajaran Berharga Selama Tinggal di Belanda
Kategori: Keluarga, Migrasi, Parenting, Kehidupan di Belanda, Refleksi